God'sGift

biasakan yg betul & betulkan yg biasa hanya karena Allah ♡
Mulai dr hal2 kecil…

Mulai dr hal2 kecil…

Thats not easy, but why we arent at least.. trying?

Thats not easy, but why we arent at least.. trying?

♡

Rasulullah SAW bersabda:”Maukah kamu sekalian kuberitahu tentang penghuni surga? Yaitu setiap orang yang lemah dan diremehkan, tetapi kalau ia berbuat baik kepada Allah niscaya Allah menganggapnya bagus. Dan maukah kamu sekalian kuberitahu tentang penghuni neraka? Yaitu setiap orang yang kasar, keras dan sombong”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Sometimes sleep is the best way to burn the unnecessary emotion. (In syaa Allah)

Ketika ditempat umum usahakan jangan menasehati seseorang, yah intinya di dalam forum gitu jangan dicoba deh, nda ahsan.. sebaik apapun itu nasihatnya.. sedekat apapun orang tersebut dengan kita.. terfikirkah gimana dengan hati mereka? Walaupun kadang hati memang harus terluka untuk belajar sesekali.. dan yang perlu diingat.. nanti kita tidak akan bisa beralasan a, b, c, d kepada Allah ketika dimintai pertanggungjawaban itu.. ketika orang lain merasa kaku dan kelu di keramaian.. yang mana kamu seperti menunjukkan kesalahannya sebagai sesuatu yang tidak patut untuk dicontoh orang lain..

Meski agak susah (bagi saya), tapi rasnya bisa kita tiru sikap supir dalam cerita ini.. Hmmm..
Zulfi Akmal
2 jam ·
Suatu kali aku menaiki taksi menuju bandara.

Sopirnya mengemudi dengan sangat sopan dan mematuhi aturan lalu lintas. Ia berjalan pada posisi yang benar.

Namun tiba-tiba sebuah mobil menyerobot ke depan kami dari arah tempat parkir dengan cara sangat mengejutkan.

Dengan reflek sopir taksi menekan rem sekencang-kencangnya. Taksi berhenti mendadak dan slip. Untung saja taksi itu berhenti ketika sedikit lagi akan bertabrakan dengan mobil yang datang tiba-tiba itu.

Sopir mobil tersebut memutar kepalanya ke arah kami. Sambil berlalu ia berteriak mengeluarkan caci maki dan sumpah serapah, seperti biasanya yang dilakukan sebagian orang Mesir.

Akan tetapi, anehnya sopir taksi hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Beda kali ini, tidak seperti biasanya.

Aku jadi heran sekali atas sikapnya. Lalu aku bertanya: Kenapa anda melakukan itu? Bukan kah orang itu hampir saja mengirim kita ke rumah sakit dengan keugal-ugalannya?

Di sini lah sopir taksi itu mengajariku suatu pelajaran yang sangat berharga. Hingga aku namai apa yang ia ajarkan itu dengan: “Rumus Truk Sampah”.

Dia berkata: “Kebanyakan manusia seperti truk sampah. Ia berkeliling ke seluruh sudut kota dengan membawa tumpukan sampah. Sampah keterbelakangan, frustasi, kebodohan, kemarahan, kekecewaan, kegerahan dan kebosanan.

Ketika seluruh sampah itu sudah terakumulasi di dalam diri mereka, mereka butuh untuk mengeluarkannya pada suatu tempat. Boleh jadi pada saat tertentu, terjadi penumpahannya terhadap dirimu”.

Pelajaran:

Jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati. Barangkali kamu lewat bertepatan di saat penumpahan sampah-sampah itu. Senyum sajalah, lalu lambaikan tangan. Do’akan mereka supaya baik-baik saja. Selanjutnya berlalulah dengan hati damai.

Hati-hati, jangan sampai kamu mengantongi sampah-sampah itu, yang nantinya mesti pula kamu tumpahkan kepada orang lain. Baik itu di tempat kerjamu, di rumah atau juga di jalan.

Rumus ini berlaku bukan hanya di jalan, tapi di mana saja kita berinteraksi dengan orang lain. Semua orang mengalami tumpukan sampah di dalam dirinya, kecuali orang yang dirahmati Allah. Orang yang selalu membersihkan jiwanya dengan zikir dan istighfar.